
Hatu, 25–26 Agustus 2025 – SMA Negeri 14 Maluku Tengah menggelar IHT Pembelajaran Mendalam selama dua hari. Kegiatan ini menekankan pentingnya pola pikir bertumbuh dan implementasi pembelajaran mendalam. Hari kedua, guru mempresentasikan rancangan pembelajaran lalu melakukan praktik mengajar (pre-teaching). IHT diharapkan menjadi sarana berbagi pengalaman dan memperkuat sinergi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Hatu, 25–26 Agustus 2025 – SMA
Negeri 14 Maluku Tengah melaksanakan kegiatan In House Training (IHT)
Pembelajaran Mendalam selama dua hari, yakni pada tanggal 25–26
Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan pembelajaran
mendalam yang sebelumnya telah diikuti oleh Kepala Sekolah bersama perwakilan
guru di beberapa lokasi.
Dalam arahannya, Kepala SMA Negeri 14 Maluku
Tengah, Ibu Damaris Manuputty, S.Pd., menyampaikan bahwa
kegiatan IHT ini menjadi kesempatan penting bagi seluruh guru untuk memperdalam
pemahaman terkait pembelajaran mendalam. Beliau menegaskan bahwa kegiatan akan
berlangsung selama dua hari dengan agenda pre-teaching dari setiap rumpun mata
pelajaran, sehingga diharapkan semua peserta dapat terlibat aktif.
Lebih lanjut, Kepala Sekolah menekankan bahwa IHT
bukan sekadar kegiatan formalitas, tetapi wadah untuk mengubah pola pikir guru
dalam mengajar.
“Kita harus serius dalam mengikuti
kegiatan ini, sebab ada banyak hal baru yang perlu kita pelajari bersama.
Selama ini kita masih sering terjebak dalam pola pikir yang keliru. Melalui
kegiatan ini, saya berharap kita dapat membangun pola pikir bertumbuh demi
meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah ini,” ungkap Ibu
Damaris.
Dalam kegiatan IHT ini, para guru mendapatkan dua
materi utama:
1.
Konsep Pola Pikir Tetap dan Pola Pikir
Bertumbuh – dibawakan oleh Kepala Sekolah, Ibu Damaris Manuputty, S.Pd.,
yang menekankan pentingnya guru memiliki growth mindset
dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan.
IHT ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan Pembelajaran Mendalam IN 1 yang diselenggarakan oleh Balai Guru Penggerak dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Maluku.
·
Kepala Sekolah, Ibu Damaris Manuputty, S.Pd.,
mengikuti pelatihan di Masohi.
·
Ibu Melina Y. Kakisina, S.Pd., mengikuti
pelatihan Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA)
di Masohi.
·
Tiga guru lainnya, yaitu:
1. Ibu
Juliana Siahaya, S.Pd. (Wakasek Kurikulum)
2. Ibu
Edna N. Pattipawaej, S.Pd.
3. Bapak
Petrus Latukolan, S.Pd.
mengikuti pelatihan di Saparua terkait Pembelajaran Mendalam IN 1.
Dengan bekal pengalaman tersebut, IHT ini
diharapkan mampu menjadi sarana berbagi ilmu sekaligus membangun sinergi antar
guru dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam di SMA Negeri 14 Maluku
Tengah.
Pada hari kedua, 26 Agustus 2025, seluruh guru berkesempatan mempresentasikan rancangan pembelajaran mendalam yang telah disusun. Setiap rumpun mata pelajaran menampilkan lesson plan yang dirancang sesuai konsep pembelajaran mendalam.
Setelah seluruh guru mempresentasikan rancangan
pembelajaran mendalam, kegiatan dilanjutkan dengan praktik mengajar
(pre-teaching) oleh perwakilan dari masing-masing rumpun mata
pelajaran, yaitu rumpun MIPA, rumpun IPS, rumpun Bahasa, dan rumpun
Umum. Dalam sesi ini, guru lain berperan sebagai siswa sehingga
suasana pembelajaran terasa lebih nyata. Melalui praktik ini, setiap guru
mendapatkan kesempatan untuk mencoba menerapkan rancangan yang telah dibuat,
sementara peserta lainnya dapat memberikan masukan dan saran perbaikan. Dengan
demikian, setiap rancangan pembelajaran dapat disempurnakan sebelum benar-benar
diterapkan di kelas bersama siswa.
Kegiatan hari kedua berlangsung dengan penuh
antusias, ditandai dengan diskusi reflektif serta komitmen bersama untuk
meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar di sekolah.
Kegiatan IHT yang berlangsung selama dua hari ini
menjadi langkah awal proses transformasi pembelajaran di SMA Negeri 14 Maluku
Tengah. Kepala Sekolah berharap agar seluruh guru tidak hanya memahami konsep,
tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara nyata di kelas.
“Melalui kegiatan ini, mari kita tinggalkan pola pikir lama yang menghambat perkembangan pendidikan. Saatnya kita bergerak bersama dengan pola pikir baru, pola pikir bertumbuh, untuk mencetak generasi yang lebih siap menghadapi tantangan zaman,” tutup Ibu Damaris